Sementara itu, PT Central Proteina Prima Surabaya menjual 3.062 ton pakan ikan kepada Mohan P.S. di Medan. Dari sisi pembelian, PT Bumi Menara Internusa Surabaya membeli 345 ton kepiting pasteurisasi dari UD H.I. KTM di Batu Bara.
Komitmen lainnya antara lain penjualan 20.000 ton pakan sapi dan kambing konsentrat oleh PT Ayo Tani Berjaya Kediri kepada CV Udin Mixfeed Binjai; penjualan 4.800 ton pupuk NPK multiblending dan dolomit oleh CV Sinar Jaya SAE Gresik kepada PT Raja Aspal Medan, dan sebagainya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution menyampaikan apresiasi atas kedatangan Khofifah bersama rombongan pelaku usaha Jawa Timur. Ia mengatakan hubungan Jawa Timur dan Sumatera Utara terus berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama.
Bobby juga mengenang kedatangan Khofifah ke Sumatera Utara pada tahun sebelumnya untuk memberikan bantuan ketika terjadi bencana. Menurutnya, kunjungan kali ini membawa misi berbeda dengan mempertemukan pelaku usaha dan membuka ruang transaksi perdagangan.
"Terima kasih Ibu Gubernur sudah peduli kepada kami. Tahun lalu Ibu hadir saat bencana Sumut dan memberikan bantuan. Kali ini Ibu bukan bawa bantuan, tapi bawa pedagang. Insyaallah transaksi hari ini sangat luar biasa," kata Bobby.
Dia juga menyampaikan apresiasi atas konsistensi Jawa Timur dalam menjalankan misi dagang antardaerah.
"Terima kasih Ibu hadir di tanah Sumatera Utara dalam misi dagang. Ini hal terobosan yang luar biasa. Sudah ke-56 yang Ibu lakukan mulai dari 2019 sampai 2026," ujarnya.
Bobby menyebut nilai transaksi yang tercatat hingga pukul 10.00 WIB telah mencapai sekitar Rp2,288 triliun dan masih terus bergerak seiring berlangsungnya proses transaksi antara pelaku usaha kedua daerah.
"Kalau di belakang masih ribut, masih ramai, jangan ditegur. Artinya masih melaksanakan transaksi. Tambah ribut, tambah bagus, transaksinya terus meningkat," tambahnya.
Dia menyebut besarnya transaksi produk Jawa Timur yang masuk ke Sumatera Utara sekaligus menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha di Sumut untuk semakin memahami kebutuhan pasar dan meningkatkan daya saing produknya.
"Ini tantangan untuk kita yang ada di Sumut. Ini tandanya pentingnya mengkurasi pelaku UMKM, memilih pelaku usaha yang dibawa ke Sumatera Utara ini melalui seleksi dan pelatihan yang luar biasa, serta mempelajari market-nya," imbuhnya.
"Artinya analisis market di Jawa Timur sangat luar biasa. Ini adalah pembelajaran bagi Sumut. Bagaimana ketika ada misi dagang, perkenalan produk daerah agar neraca perdagangannya bisa baik stabil kalau ada misi dagang lagi angkanya Rp4 triliun, Rp 2 triliun jualan dari Jatim, Rp2 triliun juga jualan dari Sumut," tutupnya.