Selain mengembangkan hasil riset, UMY juga membangun sejumlah unit bisnis. Di antaranya bisnis makanan dan katering, hotel, dormitori, konstruksi, hingga layanan kesehatan. Bachtiar mengatakan pengembangan unit-unit usaha tersebut menjadi bagian dari strategi UMY memperkuat pendapatan non-SPP.

"Kenapa Entrepreneur University? Karena kami ingin memperkuat pendapatan universitas non-SPP. Sehingga kami tidak tergantung ke depannya dari SPP yang disumbangkan atau dibayarkan mahasiswa itu," katanya.

Ia menyebut UMY telah membentuk sejumlah perusahaan dan unit bisnis yang diharapkan dapat menjadi penopang pendapatan kampus.

"Perusahaan yang mengurusi layanan kesehatan kayak Rumah Sakit AMC, poliklinik, bahkan apotek, dan lain sebagainya itu kami dirikan untuk penopang daripada income universitas supaya tidak tergantung terlalu dominan dari input mahasiswa," pungkasnya.