"Ya, memang kalau dari stasiun kita, BMKG itu memiliki seismometer atau seismograf yang mendeteksi getaran, getaran kuat," ungkap Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya Bidang dalam keterangan tertulis kepada redaksi.

"Nah kebetulan berdasarkan info dari masyarakat bahwa jam 00, sekitar 00.15 sampai 20 menit itu merasakan getaran," lanjutnya.

Dia menuturkan getaran yang terdeteksi memiliki skala Modified Mercalli Intensity (MMI) II-III. Getaran dengan intensitas tersebut tidak tergolong besar, namun tetap dapat dirasakan oleh masyarakat yang sedang beraktivitas.

"Apabila masyarakat itu tidak dalam kondisi sedang tertidur lelap, artinya masih dalam aktivitas itu bisa sangat merasakan. Nah getaran ini mungkin kita sederhanakan ke dalam skala MMI itu, beberapa orang yang sedang beraktivitas merasakan getaran itu," jelasnya.

Dia menjelaskan getaran tersebut dapat dirasakan dalam bentuk suara yang didengar maupun melalui benda-benda di sekitar. Dia menegaskan getaran itu tidak terlalu besar.

"Baik itu getaran suara yang didengarkan oleh telinga dan melewati media kaca ya, masyarakat yang mendengarkan itu ya, atau merasakan itu, getaran kaca ya, jadi sekitar 2-3 MMI walaupun getarannya tidak cukup besar," bebernya.