Dia menambahkan berdasarkan rekaman sinyal seismograf, fenomena tersebut tidak menunjukkan karakteristik gempa bumi yang bersumber dari aktivitas tektonik maupun vulkanik.
"Karena sinyalnya itu kita lihat terlalu dekat ya, tim redaksi gelombang P dan S. Jadi ini masih perlu dikaji ya, karena kita harus melihat lokasinya," imbuhnya.
Di sisi lain, Andri meminta warga tidak mudah terpengaruh dengan informasi terkait fenomena cahaya dan suara dentuman terjadi. Apalagi menyimpulkan bahwa fenomena itu akibat meteor.
"Jadi informasi video harus kita cross check lagi di lapangan, jangan termakan info yang tidak benar," katanya.
Dia menegaskan lokasi dan sumber suara dentuman yang dilaporkan warga belum diketahui. Meski demikian, dia menduga fenomena itu akibat benda langit seperti meteor.
"Video-video beredar kami belum bisa tau lokasi di mana. Kemungkinan dugaan bisa juga itu meteor benda langit," katanya.