Hari-hari pencarian yang membentur dinding buntu membawa Eeng melangkahkan kaki ke kantor polisi. Didampingi Kepala Desa Kadununggal, laporan resmi orang hilang akhirnya diserahkan ke meja kepolisian.
Kapolsek Kalapanunggal Iptu Aah Saepul Rohman membenarkan duduk perkara hilangnya siswi SMA tersebut yang bermula dari izin membeli jajanan.
"Menurut keterangan orang tuanya, anaknya pada hari Jumat sore meminta izin untuk jalan dan membeli jajanan seblak. Ternyata setelah meminta izin tersebut anaknya tidak pulang ke rumah," ujar Aah.
Kini, tim penyelidik kepolisian tengah menyisir petunjuk, menggali keterangan saksi, serta membangun komunikasi lintas pihak demi menyingkap tabir di balik hilangnya sang siswi.
"Orang tuanya diantar Kades Kadununggal sudah datang ke Polsek untuk melaporkan anak perempuannya yang belum pulang. Saat ini kepolisian terus menjalin komunikasi, terutama dengan pihak sekolah. Mudah-mudahan segera ditemukan dan kembali kepada orang tuanya," pungkasnya.