"Bukan. Kalau kita pengelolaannya sudah dengan PT Wastec International, kita tidak pernah membuang sendiri dan sesuai keamanan dan prosedur Kemen LH," ucap Listyorini.

"Jadi memang diberikan kantong kertas berlogo RSUD EC yang berisi obat. Dan itu yang kami lihat itu sobekan dari bungkus kantong obat itu," sambungnya.

Langkah pengusutan mulai menemui titik terang setelah Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo berkoordinasi dengan DLHK Sidoarjo serta Pemkot Surabaya. Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengungkapkan hasil penelusuran awal mengindikasikan ribuan jarum suntik bekas itu berasal dari salah satu klinik di Kota Surabaya.

"Informasi yang saya terima bahwa ini bukan oleh rumah sakit seperti yang tertera dari foto itu, tapi salah satu klinik yang ada di Surabaya," katanya.

"Untuk sementara, hasil penelusuran kami mengarah bahwa limbah medis tersebut berasal dari salah satu klinik di Kota Surabaya, bukan dari rumah sakit maupun fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Sidoarjo," kata dr Lakhsmie.

Menanggapi ramainya temuan ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menilai ada kejanggalan pada selembar kertas berlogo RSUD EC yang ditemukan di lokasi dan menduga ada pihak yang sengaja menaruhnya.