NADIKABAR.COM — Satu makam tepat di pinggir Jalan Magelang-Purworejo menarik perhatian bahkan ada yang melempar uang ketika melintas demi keselamatan. Orang-orang menyebutnya makam Ki Angkong.
"Itu enggak ada makam Ki Angkong. Jadi Ki Angkong tuh cuma sebutan tempat makam saja. Yang dimakamkan di bawah itu namanya Pak Kiai Basiron sama Pak Kiai Ahwak," kata salah satu warga, Miswati (62) kepada NadiKabar, Kamis (10/9/2026).
Pantauan NadiKabar, makam ini berada di sisi kanan jika dari arah Magelang menuju Purworejo. Lokasi makam ini persis berada di Dusun Sabrang, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Terlihat juga ada uang koin yang kemungkinan dibuang oleh pengguna jalan yang melintas.
Uniknya, di nisan tersebut tidak tertulis nama Kiai Basiron maupun Kiai Ahwak, melainkan tertulis Mbah Salim, wafat tahun 1960. Kemudian, nisan ini terlihat masih baru.
Meski demikian, lokasi makam ini memang dikenal dengan sebutan Ki Angkong. Kemudian muncul kepercayaan dengan memberi atau membuang uang di sana, maka akan selamat di perjalanan.
Miswati yang tiap sore hingga malam hari berjualan nasi goreng di seberang makam mengatakan Kiai Basiron dan Kiai Ahwak memang dimakamkan di sana sejak lama dan lokasinya di bawah pohon beringin, namun kini tidak terlihat di pinggir jalan karena longsor. Sedangkan sosok Mbah Salim yang namanya tertulis di nisan yang nampak itu merupakan warga asal Manado.
"Yang di bawah pohon beringin ada dua makam yang pokoknya makamnya tuh enggak pernah tumbuh rumput. Jadi selalu bersih. Itu namanya Pak Kiai Basiron sama Pak Kiai Ahwak. Yang itu Pak Salim, sebetulnya orang Manado yang meninggal terus dikubur di sini," jelas Miswati.
"Keluarganya sudah enggak ada, jadi yang merawat ya orang sini. Nisannya baru. Kan kemarin itu ada truk itu yang mundur terus (mengenai makam), jadi habis. Terus sudah diperbaiki. Tapi, terus ada orang baik lewat melihat makam, terus dia itu ke sini ngasih nisan (warga diminta membangun). Jadi biayanya dia semua. Itu katanya orang Cilacap," imbuhnya.
Miswati menambahkan, orang yang melintas sudah dari dulu memberikan sedekah uang. Bahkan ada yang memberikan satu kantong plastik berisi uang.