Awalnya, Daniel mengira akan membantu memindahkan furnitur atau perabotan kayu. Namun, ia justru diminta mengangkat kardus besar yang bebannya sangat berat.
"Wah, berat, Pak, enggak ke bawa, saya bilang. Enggak kebawa sendiri, harus banyakan," ujar Daniel.
Lantaran beban yang terlalu berat, pelaku kemudian memanggil tetangga lainnya, Ogi. Meski sudah dibantu tiga orang, kardus tersebut tetap sulit untuk diangkat.
"Bertiga pun diangkat nggak keangkat. Akhirnya saya tanya, ini apa. Kata dia besi dan baju. Terus kata saya bagi dua, direcah, kata dia nggak bisa susah sudah dilakban, Kata saya, saya punya banyak lakban, tapi kata dia tanggung," ujarnya.
Daniel mengaku sempat mencium aroma tidak sedap dari arah kardus tersebut, namun ia tidak menaruh curiga karena pelaku memberikan alasan yang masuk akal.
"Ada bau, tapi enggak terlalu menyengat sih. Cuma agak bau-bau enggak enak gitulah. Ya udahlah, saya pikir dari pakaian atau apa, ya. Dari atas ke bawah tuh didorong, digeser-geser, geser-geser, plek-plek-plek sampai ke bawah. Disimpan dulu di pojok sini," jelasnya.
Setelah berhasil diturunkan ke lantai bawah, pelaku mengambil troli galon untuk mengangkut kardus tersebut menuju mobil sewaan yang sudah menunggu. Kepada Daniel, pelaku berdalih barang tersebut akan dikirimkan ke luar daerah.
"Katanya itu paket mau dikirim ke Lampung," pungkasnya.