NADIKABAR.COM — Badan Informasi Geospasial (BIG) bersama Nanyang Technological University (NTU) Singapura mengembangkan pemanfaatan teknologi observasi geospasial untuk memperkuat mitigasi risiko bencana di Indonesia.
Direktur Sistem Referensi Geospasial BIG Moh. Fifik Syafiudin di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin, mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset diperlukan untuk meningkatkan efektivitas mitigasi bencana.
"Intinya semangatnya sama, untuk mengefektifkan, mengefisienkan mitigasi bencana, kita memang harus perkuat kerja sama dengan berbagai pihak," kata Fifik.
Menurut dia, kolaborasi BIG dengan NTU melalui Earth Observatory of Singapore (EOS) antara lain mencakup pengembangan teknologi serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman mengenai pemantauan kebencanaan.
Ia menjelaskan setiap bencana memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan pendekatan mitigasi yang berbeda pula, baik bencana akibat pergerakan tanah maupun perubahan iklim dan hidrometeorologi.