"Nah, ini memiliki pola mitigasi yang berbeda-beda. Itu yang kita pelajari dari mereka," ujarnya.

Salah satu infrastruktur yang dimanfaatkan BIG untuk observasi tersebut yaitu Indonesian Continuously Operating Reference Station (Ina-CORS). Hingga 2026 BIG mengelola 476 stasiun Ina-CORS yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Jaringan Ina-CORS yang semula dikembangkan untuk mendukung survei, pemetaan, dan penyediaan informasi posisi kini juga dimanfaatkan untuk pemantauan gempa bumi, aktivitas gunung api, penurunan muka tanah, hingga longsor.

Direktur Laboratorium Penginderaan Jauh NTU Sang Ho Yun menjelaskan data Global Navigation Satellite System (GNSS) dari jaringan CORS memiliki presisi dan akurasi tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemantauan kebencanaan.

Kolaborasi tersebut juga memadukan data GNSS dengan Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR). GNSS menjadi referensi pengukuran absolut, sedangkan InSAR digunakan untuk mengamati perubahan permukaan secara relatif sehingga keduanya dapat saling melengkapi.