NADIKABAR.COM — Pernahkah Anda sedang membersihkan halaman rumah atau mengangkat pot tanaman, lalu tiba-tiba dikejutkan oleh serangga berwarna cokelat kemerahan dengan penjepit menyeramkan di ekornya? Serangga ini dikenal sebagai cocopet atau dalam bahasa Inggris disebut earwig.
Bentuk tubuhnya yang tidak biasa sering kali membuat orang merasa ngeri. Namun, apakah cocopet benar-benar berbahaya bagi manusia? Mari kita bahas tuntas fakta, mitos, hingga cara mengelolanya di rumah dan kebun Anda!
Cocopet adalah bagian dari kelompok serangga kecil yang disebut Dermaptera, yang secara harfiah berarti "sayap kulit". Nama ini merujuk pada sayap depan mereka yang lebih lembut dan lebih tipis dibandingkan dengan sayap keras kumbang biasa. Kerabat terdekat mereka di alam liar adalah belalang dan jangkrik.
Ukuran dan Warna: Memiliki tubuh yang agak pipih, berwarna cokelat kemerahan hingga hitam, dengan panjang berkisar tim redaksi 1/2 hingga 1 1/4 inci.
Alat Penjepit Khusus (Cerci): Fitur paling mencolok dari cocopet adalah sepasang penjepit di ujung belakang tubuhnya. Menariknya, bentuk penjepit ini bisa membedakan jenis kelamin mereka: cocopet jantan memiliki penjepit yang melengkung kuat dan berukuran lebih besar, sedangkan cocopet betina memiliki penjepit yang lebih lurus dan kecil.
Kemampuan Terbang yang Unik: Meskipun memiliki dua pasang sayap, cocopet sangat jarang terbang. Sayap belakang mereka yang tipis terlipat dengan sangat rapi dan rapat di bawah sayap depan yang pendek. Bahkan, cara melipat sayap mereka yang sangat efisien (bisa membuka hingga sepuluh kali ukuran lipatannya) telah menginspirasi para insinyur dalam merancang penyimpanan kompak.
Secara alami, cocopet adalah hewan nokturnal. Mereka aktif mencari makan di malam hari dan akan bersembunyi di tempat yang gelap, dingin, dan lembap pada siang hari.
Banyak orang merasa terintimidasi oleh penampilan cocopet. Bahkan, ada mitos kuno yang sangat terkenal bahwa cocopet (atau earwig) suka merayap masuk ke dalam telinga orang yang sedang tidur, lalu melubangi otak mereka untuk bertelur.
Faktanya, mitos ini sepenuhnya salah! Cocopet sama sekali tidak memiliki ketertarikan pada telinga manusia. Mereka lebih memilih tempat gelap dan dingin yang dipenuhi bahan tanaman lunak untuk bersembunyi.
Cubitan Lemah: Penjepit cocopet digunakan untuk mempertahankan diri dari predator, menangkap mangsa, serta selama proses kawin. Jika Anda memegangnya secara sembarangan, mereka mungkin akan memberikan cubitan lemah, tetapi cubitan ini umumnya tidak membahayakan manusia dan hanya berupa remasan ringan.
Pertahanan Aroma: Alih-alih menggigit atau menyengat, saat merasa terancam, beberapa cocopet dapat mengeluarkan cairan berwarna kuning kecokelatan yang berbau busuk dari kelenjar khusus di tubuh mereka.
Berbeda dengan sebagian besar dunia serangga yang biasanya meninggalkan telur-telur mereka begitu saja setelah bertelur, cocopet betina dikenal memiliki naluri keibuan yang luar biasa.