Diketahui, Louice sempat viral usai menyampaikan omongan yang dinilai tidak berempati terhadap korban keracunan MBG. Hal itu disampaikan Louice saat menghadiri RDP DPRD Tana Toraja, Jumat (5/9) lalu.

Pada saat RDP itu, Louice awalnya berdalih sudah menjalankan prosedur penyediaan MBG. Sebelum dibagikan ke siswa, ada proses pemeriksaan makanan oleh PIC atau petugas sekolah.

"PIC sekolah itu ada yang mana PIC ini harus menerima, jadi dengan tim distribusi kami, menerima, mencium, mencicipi menu-menu yang ada dalam ompreng itu, dipastikan tidak berbau, tidak busuk," paparnya.

Setelah dipastikan tidak busuk, barulah menu MBG dalam ompreng disajikan. Hal ini setelah pihaknya menandatangani sebuah dokumen kelayakan menu MBG tersebut.

"Itu yang terjadi, setelah itu baru kita distribusikan ke sekolah. Nah, ada berbagai informasi yang katanya mau makan sudah busuk, kalau sudah tahu bau, kenapa dimakan, tabe," cetus Louice.