NADIKABAR.COM — Sebuah dokumenter yang dibuat di Australia menyoroti potensi risiko keamanan siber yang muncul seiring keberadaan mobil listrik modern dalam jumlah besar.

Laman Carscoops, Jumat (25/9) waktu setempat melaporkan, dokumenter itu menunjukkan bagaimana perusahaan otomotif memiliki akses terhadap begitu banyak informasi dari setiap kendaraan, mengingat mobil modern mampu mengumpulkan data dalam jumlah besar, bukan hanya mengenai kondisi kendaraan saat dikemudikan, tetapi juga berpotensi berdampak kepada penggunanya.

Investigasi tersebut terutama menyoroti dua merek mobil listrik China, yakni Xpeng dan BYD. Pada Xpeng, seorang sumber internal perusahaan yang tidak disebutkan namanya diduga dapat memantau Xpeng G6 yang diperoleh ABC News.

Sumber tersebut disebut dapat mengetahui lokasi, kecepatan, keterisian kursi, hingga sudut kemudi kendaraan, serta sejumlah informasi lainnya. Informasi tersebut dan data lainnya juga diduga dapat diakses oleh perusahaan di China.

Laporan tersebut menyoroti potensi risiko terhadap keamanan nasional yang dapat ditimbulkan mobil China, terutama karena adanya kemungkinan data sensitif dikirim kembali ke China. Risiko ini semakin menjadi perhatian ketika pejabat pemerintah sendiri menggunakan mobil China.

Laporan ABC menggali lebih jauh persoalan tersebut dengan menunjukkan apa yang dapat dilakukan peretas jika memiliki akses terhadap kendaraan.