Menariknya, lima stasiun tersebut tersebar di beberapa wilayah utama Sumatra. Medan menjadi pusat pergerakan di Sumatera Utara, Padang dan Pariaman di Sumatera Barat, Kertapati di Sumatera Selatan, serta Tanjungkarang di Lampung. Sebaran ini memperlihatkan bahwa mobilitas kereta api di Sumatra tumbuh pada banyak pusat aktivitas sekaligus.
Pertumbuhan juga terlihat pada sejumlah stasiun utama. Total pergerakan pelanggan naik dan turun di Padang mencapai 921.282, tumbuh 13,74 persen dibandingkan Januari–September 2025. Kertapati mencatat 862.450 pergerakan, naik 13,78 persen, sedangkan Tanjungkarang mencapai 562.993 pergerakan, meningkat 13,99 persen.
Bagi masyarakat, jaringan tersebut membuka akses antarkota untuk berbagai kebutuhan sekaligus menghubungkan pelanggan dengan transportasi lanjutan, pusat perdagangan, kawasan pendidikan, layanan publik, hingga destinasi wisata di masing-masing daerah.
“Sumatra menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tumbuh dari banyak kota. KAI akan terus menjaga agar perjalanan kereta api hadir sebagai pilihan yang aman, nyaman, terjangkau, dan relevan bagi aktivitas masyarakat di setiap wilayah,” tutup Anne.