Yusuf menjelaskan dana dari penerbitan SBN sebaiknya digunakan untuk belanja modal yang benar-benar menurunkan biaya usaha, seperti konektivitas kawasan industri, energi, dan infrastruktur logistik.
Hilirisasi mineral, pertanian, dan energi juga perlu diperkuat supaya modal asing tidak hanya masuk ke surat berharga, tetapi ikut membangun pabrik, mengembangkan rantai pasok, dan menyerap tenaga kerja.
Untuk mendukungnya, Yusuf menilai pemerintah perlu terus memperbaiki insentif fiskal, perizinan melalui OSS, dan kepastian regulasi.
Sementara dari sisi moneter, Bank Indonesia dinilai perlu menjaga keseimbangan antara stabilitas rupiah dan penyaluran kredit.