Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau, Masyhadi Muhdi menambahkan OMC dijadwalkan berlangsung selama lima hari mulai Senin hingga Jumat.

Rata-rata penerbangan untuk penaburan garam dua kali sehari atau 10 kali selama lima hari sesuai dengan agenda. Sedangkan untuk waktu semai garam tergantung kondisi cuaca, sehingga bisa dilakukan pagi, sore atau malam.

"Penaburan garam harus memperhitungkan kondisi awan dan kecepatan angin secara cermat, karena mulai proses semai hingga turun hujan membutuhkan waktu tim redaksi 2 menit hingga 2 jam, tergantung pada kondisi tertentu," katanya.

Jika garam disemai ke awan jenis Cumulonimbus atau awan yang sudah matang dan jenuh uap air, maka bisa menghasilkan reaksi lebih cepat dan menghasilkan hujan.

Hal lain yang diperhitungkan adalah arah dan kecepatan angin yang akan menentukan seberapa cepat awan yang telah disemai bergeser dan menjatuhkan butiran air ke wilayah sasaran.

Kandungan uap air di sekitar lokasi penaburan yang mempengaruhi kecepatan garam menyerap air (higroskopis) juga menjadi faktor yang menentukan keberhasilan operasi modifikasi cuaca.