Winda menambahkan, untuk kondisi cuaca hari ini, sebagian wilayah di Jateng diperkirakan akan berawan hingga awal malam. Potensi hujan pun tidak terlalu tinggi.
"Untuk beberapa hari ke depan ini secara umum Jawa Tengah juga rata-rata paling tinggi (awan potensial) di angka 70 persen. Untuk potensi awan hujan tinggi masih belum ada wilayah yang lebih dari 70 persen untuk sampai sekitar tiga hari ke depan," katanya.
Kondisi tersebut pun disebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan OMC. Sebab, OMC membutuhkan awan yang sudah terbentuk dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi hujan.
"Dalam satu kegiatan OMC itu ada beberapa pihak, dari BMKG, kemudian BNPB, kemudian operator atau penyelenggaranya. Kami memberikan data cuaca, potensi cuaca seperti apa, potensi pertumbuhan awan, baru nanti kita lihat kondisi riil di lapangannya," tuturnya.
"Apakah memang di tempat targetnya sudah ada, jika memang sudah terlihat adanya pertumbuhan awan ataupun ada yang bisa kita semai, itu biasanya bisa kita lakukan di lapangan," tambah Winda.
Sebelumnya diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah (Jateng) menyebut Badan Penanggulanan Bencana Nasional (BNPB) bakal menggunakan mekanisme Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo. Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Bergas C Penanggungan menyebut modifikasi cuaca ditarget pekan ini.
"Informasi yang kami terima, selanjutnya kita mencoba untuk membangun awan dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilaksanakan oleh BNPB," kata Bergas di Kantor Pemprov Jateng, Senin (7/9).
"Mungkin sekitar tanggal 9-10 (September) harapannya sudah beroperasi. Karena kalau kita lihat sudah ada awan-awan yang mungkin bisa membantu berkaitan dengan operasi modifikasi cuaca," lanjutnya.