"Yang paling penting adalah bagaimana kami mencari solusi bersama. Kami ingin lalu lintas lancar, tetapi pada saat yang sama kepentingan masyarakat juga harus kami perhatikan," kata Iqbal di lokasi, Senin (31/8/2026).

Usai memantau persimpangan, Iqbal dan Mohan berjalan kaki menyusuri kawasan Rembiga untuk menyapa dan berdialog langsung dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebijakan penataan jalan tidak mematikan mata pencaharian warga sekitar.

"Jadi kami kaget ada beberapa orang membongkar ini. Padahal tujuan ada penerapan satu jalur ini atas keluhan banyak orang," terang Iqbal.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Baiq Musfiatin, menjelaskan skema rekayasa lalu lintas ini sebenarnya telah memperhitungkan seluruh kebutuhan pengguna jalan, baik pengendara maupun pejalan kaki. Namun, penyediaan fasilitas pendukung secara permanen masih membutuhkan proses.