NADIKABAR.COM — Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memperingatkan Amerika Serikat (AS) akan dipaksa meninggalkan kawasan Timur Tengah. Dia menyebut AS telah mengalami "pukulan menyakitkan" dari Iran.

Pernyataan itu disampaikan Khamenei melalui pernyataan tertulis yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Senin (28/9/2026). Khamenei diketahui belum terlihat di hadapan publik sejak perang di Timur Tengah pecah pada akhir Februari lalu.

"Hari ini, setelah mengalami pukulan menyakitkan di tangan para pejuang pemberani dan para penjaga Selat Hormuz, mereka (musuh) tidak berani melampaui Laut Arab," kata Khamenei dalam pernyataan tersebut, seperti dilansir AFP.