Proses evakuasi berlangsung sekitar satu jam. Petugas hampir kewalahan karena tenaga ular yang besar, bahkan grab stick yang digunakan untuk menangkap kondisinya meleyot.
"Sebenarnya kalau kita nangani semua jenis binatang buas sih hampir semua sudah pernah kau kobra, piton, dan sebagainya. tapi emang ini karena king cobra, saya empat orang saja tenaganya sampai kewalahan. Alat kita yang grab stick itu kan sampai meleyot," jelas Muji.
Muji mengungkapkan, panjang ular tersebut mencapai sekitar tiga meter. Ia mengaku heran karena baru kali ini menemukan ular king cobra di wilayah Kabupaten Semarang.
"(Panjangnya) Kira-kira tiga meter lebih. Yang saya janggal itu di Kabupaten kok baru ini ya ada king cobra seperti itu. Saya yang takutkan kan kalau ada yang lain sampai ada beranak-pinak atau mungkin kalau dipelihara orang," tutur Muji.
Usai evakuasi, pihak Damkar kemudian hendak menyerahkan ular itu ke Exalos Indonesia. Namun karena ukuran ularnya yang terlalu besar, ular itu urung dibawa oleh komunitas edukasi dan pecinta ular tersebut. Akhirnya ular itu diserahkan ke BKSDA Jawa Tengah.
"Setelah kami amankan kami bawa ke Posko Damkar Ungaran. Kemudian kita koordinasi dengan tim Exalos, kita serahkan dan ternyata tim Exalos juga tidak punya tempat kandangnya, soalnya besar sekali kan," terang Muji.
"Dengan kesepakatan kita, lebih amannya, langsung saya sampai malam itu kita serahkan ke kantor BKSDA Jateng. Tindakan lebih lanjut kan mau dirilis atau diapakan kita serahkan ke situ," tutupnya.