"Dipanggil penyidik mungkin besok karena hari ini pada lepas dinas, setelah penanganan di lokasi," jelas Ryan.
Manager Humas Daerah Operasi 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta memohon maaf atas keterlambatan perjalanan KA 68 Malabar relasi Bandung-Malang dampak tertemper truk di JPL 295 Klaten, pada Kamis, 27 Agustus 2026 pukul 01.25 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
"Tidak ada korban jiwa, petugas KAI Daop 6 Yogyakarta langsung melakukan evakuasi Lokomotif KA (68) Malabar yang tertemper truk tersebut. Evakuasi lokomotif dan normalisasi perjalanan KA terus dilakukan," jelas Feni dalam keterangan tertulis kepada NadiKabar.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelanggan karena kondisi ini. Tim PT KAI bergerak cepat melakukan penanganan rangkaian KA. Service Recovery pertama dan kedua telah diberikan kepada penumpang yang terdampak sesuai prosedur yang berlaku," jelas Feni.
Feni menambahkan, sebagai bentuk tanggung jawab, KAI telah menyediakan service recovery bagi pelanggan yang terdampak keterlambatan perjalanan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku meliputi: pemberian minuman, dan makanan ringan, tergantung durasi keterlambatan. KAI mengucapkan terima kasih atas kesabaran pelanggan selama penanganan gangguan ini.
"KAI juga terus mengimbau kepada pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kedisiplinan, serta wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat melintasi pelintasan sebidang," lanjutnya.
Pelanggan yang terdampak keterlambatan perjalanan, sebut Feni, diimbau untuk terus memantau perkembangan terkini melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi: kai.id, atau dengan menghubungi Contact Center 121.
"Untuk informasi lebih lanjut terkait perjalanan dan pelayanan KA, masyarakat juga dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial @KAI121," pungkas Feni.