NADIKABAR.COM — 35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang diwarnai momen perang dingin tim redaksi Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Sekjennya Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Mereka berdua tampak tak saling sapa dan bersalaman saat pidato dan setelahnya.

Dalam sambutannya laporannya, Gus Ipul menyebut Presiden dan Wakil Presiden yang hadir serta kabinet Merah Putih dan nyaris semua undangan yang hadir. Namun dari sambutannya, nama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya.

"Yang kita muliakan dan hormati bersama presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto yang hari ini hadir didampingi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Mas Gibran Rakabuming Raka beserta segenap rombongan," kata Gus Ipul dalam sambutannya yang disiarkan live di kanal YouTube NU Online..

Gus Ipul lantas menyapa sejumlah pengurus Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar dan sejumlah kiai sepuh. Namun lagi-lagi, pria yang menjabat Menteri Sosial itu juga tak menyebut nama Gus Yahya.

"Yang saya muliakan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Kiai Haji Miftahul Akhyar, dan dua wakil Rais Aam, KH Afifuddin Muhajirn dan KH Iskandar. Paara ulama para kiai para pengasuh pesantren yang hadir yang tidak mungkin kami sebut satu per satu hampir seluruh kiai dan ulama tokoh-tokoh utama Nahdlatul Ulama hadir di tempat ini bapak presiden," ujar lagi Gus Ipul.

Setelah sambutan, Gus Ipul diketahui melaporkan empat hal utama dalam mempersiapkan pelaksanaan Muktamar NU, mulai dari persiapan fisik hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM).