"Pertama, adalah kesiapan fisik, mulai dari arena pembukaan, ruang sidang, asrama putra, hingga berbagai sarana pendukung lainnya," tutur pria yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) itu.

Selain tak menyebut nama, momen Gus Ipul tak menyalami Gus Yahya juga tampak terekam setelah pidato. Momen ini terjadi saat, Gus Ipul turun dari panggung, Prabowo, Gibran, Wapres Gibran, Ketua MPR Ahmad Muzani dan Gus Yahya.

Namun Gus Ipul hanya menyalami Prabowo dan Muzani dan Rais Aam saja dan langsung duduk. Sementara Gus Yahya yang sudah berdiri hanya tersennyum kecut sambil terus memandang Gu Ipul.

Momen setelah Gus Ipul berpidato kemudian dilanjutkan dengan kesempatan Gus Yahya memberikan sambutan sebagai Ketua Umum PBNU. Sama, saat sambutan, Gus Yahya tampak membalas dan tak menyebut Gus Ipul sebagai Ketua Panitia Muktamar atau selaku Sekjen PBNU.

"Yang kami hormamti bapak Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, yang kami hormati bapak Wakil Presiden, Bapak Gibran Rakabuming Raka, yang kami hormati wakil presiden ke-10 dan ke-12 Bapak Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 KH Maruf Amin beserta istri Ibu Nyai Wury Maruf Amin," ujar Gus Yahya.

"Yang kami hormati istri Presiden ke-4, Ibu Nyai Sinta Nuriah Abdurrahman Wahid, yang kami hormati Ketua MPR RI Bapak Ahmad Muzani. Yang Mulia Rais Aam pbnu KH Miftahul Akhyar," sebut Gus Yahya yang langsung disambut tepuk tangan.