Dalam pernyataan lebih lanjut, Novak menyebutkan bahwa pasar saat ini tengah menghadapi kekurangan pasokan minyak sekitar 4-6 juta barel per hari, yang pada gilirannya telah mendorong kenaikan harga.

Novak mengatakan meski pasar mengharapkan ada solusi, harga tetap tinggi dan diperkirakan akan terus melonjak jika situasi di Selat Hormuz tidak membaik.

"Jika peluang pasokan dari negara-negara Teluk Persia terbuka, menurut saya pasar akan kembali seimbang dalam waktu satu hingga satu setengah tahun," tambah Novak.

Dia berpendapat bahwa kemampuan untuk menggunakan cadangan minyak guna menstabilkan pasar dunia "sudah hampir habis."

Wakil perdana menteri itu juga menyampaikan bahwa Rusia berencana memasok 39 miliar meter kubik gas ke negara tetangga, China, melalui pipa Power of Siberia.