NADIKABAR.COM — Kelanjutan MotoGP Qatar 2026 masih menjadi perhatian di tengah situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Meski pihak penyelenggara telah memberi tahu tim-tim bahwa balapan tetap akan digelar sesuai jadwal, sejumlah pebalap masih menunggu kepastian mengenai jaminan keselamatan.

MotoGP Qatar dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Lusail pada 6-8 November 2026. Balapan tersebut sebelumnya dijadwalkan pada April, tetapi ditunda hingga November karena situasi geopolitik di Timur Tengah.

Pada 28 Oktober, asosiasi tim MotoGP (IRTA) telah menginformasikan kepada tim bahwa seri Qatar akan tetap digelar. Namun, pembahasan mengenai aspek keselamatan dan asuransi masih menjadi perhatian di paddock.

Pedro Acosta termasuk pebalap yang memilih mengikuti keputusan penyelenggara. Ia menilai balapan hanya akan berlangsung jika situasi dinilai cukup aman dan seluruh aspek sudah terkendali.

"Pada akhirnya, saya harus memenuhi kewajiban saya kepada KTM dan juga kepada kejuaraan. Jika mereka memberi tahu kami bahwa kami bisa berangkat, saya rasa itu karena situasinya sudah cukup aman dan semuanya berada dalam kendali," kata Acosta seperti dilansir Motosan.

"Ini hanya soal waktu. Balapannya berlangsung pekan depan dan kita akan mengetahui perkembangannya dalam beberapa hari ke depan."

Sementara itu, Fabio Di Giannantonio mengungkapkan bahwa pembicaraan mengenai MotoGP Qatar masih berlangsung. Ia menyebut para pebalap ingin bekerja sama dengan Dorna dan MotoGP untuk memastikan jaminan keselamatan serta asuransi bagi seluruh anggota paddock.

"Kami tidak bisa membahasnya terlalu detail. Namun, tujuannya adalah bekerja sama dengan Dorna dan MotoGP untuk mendapatkan jaminan keselamatan dan asuransi terbaik bagi semua orang di paddock, sehingga kami bisa bekerja dalam kondisi sebaik mungkin," ujar Di Giannantonio.

Menurut pebalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team tersebut, pembahasan ini bukan bentuk pertentangan dengan penyelenggara. Para pebalap justru ingin membantu MotoGP memperbaiki kondisi penyelenggaraan, baik di dalam maupun di luar lintasan.

"Saya rasa sudah sepantasnya kami membantu MotoGP dan Dorna mengembangkan olahraga ini, bukan hanya di lintasan, tetapi juga di luar lintasan dan dalam situasi seperti ini. Ini bukan soal konfrontasi. Kami bekerja sama untuk memperbaiki kondisi bagi semua orang dan berusaha agar balapan di sana bisa berlangsung," tuturnya.

Berbeda dengan Acosta dan Di Giannantonio, Francesco Bagnaia memilih tidak berkomentar mengenai ketidakpastian MotoGP Qatar. Pebalap Ducati Lenovo itu enggan ikut berspekulasi dan meminta semua pihak menunggu perkembangan berikutnya.

"Tidak ada komentar, maaf. Mari kita tunggu sampai kita berada di lintasan. Kalian tahu saya biasanya suka membuat pernyataan kontroversial, tetapi kali ini tidak," kata Bagnaia.

Situasi MotoGP Qatar memang masih menjadi perhatian. Meski penyelenggara telah mengarahkan agar balapan tetap berlangsung pada 6-8 November, keselamatan pebalap, tim, kru, dan seluruh personel tetap menjadi pertimbangan utama. Keputusan akhir akan sangat bergantung pada perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut.