Peningkatan profitabilitas tersebut juga tercermin dari laba kotor yang tumbuh 8 persen YoY menjadi Rp1,095 triliun dan laba usaha yang meningkat 19 persen YoY menjadi Rp585 miliar.
Sejalan dengan itu, margin laba kotor meningkat menjadi 9,1 persen dari 8,5 persen, margin laba usaha naik menjadi 4,9 persen dari 4,1 persen, dan margin laba bersih menjadi 4,5 persen dari 3,7 persen pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Secara segmentasi, kinerja MPMX menunjukkan dinamika yang beragam, dengan perbaikan profitabilitas pada bisnis distribusi dan ritel serta transportasi, sementara bisnis pembiayaan mampu memperkecil rugi bersih.
Bisnis distribusi dan ritel, kata Beatrice, membukukan kinerja yang relatif stabil pada sembilan bulan pertama 2026, didukung pertumbuhan bisnis ritel dan layanan purna jual yang membantu mengimbangi perlambatan penjualan sepeda motor dalam bisnis distribusi.