"Kami di MPR RI terus mendorong agar kesejahteraan guru menjadi perhatian negara. Guru memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa, sehingga sudah selayaknya negara memberikan perhatian dan penghargaan terhadap pengabdian mereka," jelas Wihadi.
Di sisi lain, Anggota MPR RI MZ. Amirul Tamim menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh guru atas dedikasi dan pengabdiannya dalam mendidik generasi muda serta menanamkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI di sekolah.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan karakter bangsa tidak dapat dilepaskan dari peran dan ketulusan para guru yang setiap hari membimbing, mendidik, dan memberikan keteladanan kepada peserta didik.
"Perjuangan Bapak dan Ibu guru mungkin tidak selalu terlihat saat ini, tetapi hasilnya akan dirasakan oleh bangsa ini puluhan tahun mendatang. Kami sangat menghargai dedikasi para guru yang tanpa lelah menanamkan nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan di ruang-ruang kelas," ungkapnya.
Di akhir penyampaian materi, Anggota MPR RI Ahmad Labib mengingatkan pentingnya membekali generasi muda dengan kecakapan dan etika dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya dalam penggunaan media sosial.
Ia menekankan perkembangan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter dan pemahaman nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, guru bertanggung jawab untuk membimbing peserta didik agar mampu menggunakan ruang digital secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab, serta tidak mudah terpengaruh oleh penyebaran hoaks, ujaran kebencian, maupun konten negatif lainnya.
"Anak-anak kita saat ini hidup di dunia digital. Guru harus membimbing mereka agar tidak terjebak dalam hoaks, ujaran kebencian, dan konten negatif. Bermedia sosial juga harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila," pesan Ahmad Labib.