Sementara itu, Abdul Mu'ti mengapresiasi lokakarya yang digelar FPG MPR RI. Ia mengatakan gagasan penguatan pendidikan Pancasila sejalan dengan arah kebijakan Kemendikdasmen dalam memperkuat karakter, nasionalisme, dan rasa cinta tanah air.
"Kami merasa bahwa yang dilakukan oleh Fraksi Partai Golkar ini sejalan dengan apa yang menjadi arah kebijakan Kemendikdasmen di masa depan tentang penguatan karakter bangsa," kata Mu'ti
Mu'ti mengungkapkan pemerintah akan bersama DPR dan MPR memperjuangkan penguatan pembelajaran Pancasila. Salah satu usulan yang muncul adalah menegaskan kembali pendidikan moral Pancasila seperti yang pernah diterapkan dalam sistem pendidikan Indonesia.
Selain melalui pembelajaran di kelas, nilai-nilai Pancasila akan diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler dan hidden curriculum. Kegiatan seperti Pramuka, Paskibraka, dan Korps Kadet dinilai dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus menerapkan nilai Pancasila.
Mu'ti menambahkan penguatan nilai Pancasila juga perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui Gerakan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Dengan demikian, nilai Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelajaran, tetapi dapat diamalkan siswa dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi bangsa dan calon pemimpin Indonesia.