NADIKABAR.COM — Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) MPR RI Melchias Markus Mekeng dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti sepakat memperkuat pendidikan Pancasila di sekolah untuk membentuk karakter dan menumbuhkan nasionalisme generasi muda.
Mekeng mengatakan FPG MPR RI menginisiasi pembahasan penguatan Pancasila dalam bidang pendidikan sebagai bentuk kepedulian yang sangat besar karena generasi muda perlu dibekali dasar dan falsafah negara sejak dini. Hal itu penting bagi Indonesia yang tengah menuju Indonesia Emas.
"Kita ini bangsa besar, sekarang penduduk 280 juta dan kita menyongsong Indonesia Emas. Tapi itu bisa goyah kalau anak didik kita tidak kita bekali dengan dasar dan falsafah negara kita, Pancasila," ujar Mekeng dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).
Hal tersebut disampaikan Mekeng dan Mu'ti seusai mengikuti Lokakarya Akademik FPG MPR RI bertema 'Pancasila Sebagai Falsafah dan Dasar Negara: Penguatan Pendidikan Pancasila dalam Sistem Pendidikan Nasional' di Ballroom Hotel Harris Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/9).
Mekeng menilai Pancasila tidak cukup hanya diajarkan sebagai pengetahuan, tetapi harus menjadi nilai yang tercermin dalam perilaku sehari-hari siswa. Ia mencontohkan sikap santun kepada guru dan orangtua serta membiasakan berbicara dengan baik.
"Kita ingin kembali Pancasila itu masukkan ke dalam mata pelajaran utama di sekolah," sambungnya.
Mekeng juga mengingat ketika Pendidikan Moral Pancasila (PMP) menjadi bagian penting dalam pendidikan dan mendorong agar penguatan tersebut masuk dalam revisi UU Sistem Pendidikan Nasional.
Selain pendidikan Pancasila, Mekeng menilai pendidikan mengenai kebersihan juga perlu diperkuat sejak usia dini. Ia menegaskan pembiasaan hidup bersih harus menjadi bagian dari pendidikan agar persoalan sampah tidak menjadi masalah besar di kemudian hari.
"Mindset kebersihan itu harus masuk juga di dalam pelajaran kita, anak-anak mulai dari tingkat paling bawah," kata Mekeng.
Nilai Pancasila Jadi Budaya di Sekolah
Sementara itu, Abdul Mu'ti mengapresiasi lokakarya yang digelar FPG MPR RI. Ia mengatakan gagasan penguatan pendidikan Pancasila sejalan dengan arah kebijakan Kemendikdasmen dalam memperkuat karakter, nasionalisme, dan rasa cinta tanah air.
"Kami merasa bahwa yang dilakukan oleh Fraksi Partai Golkar ini sejalan dengan apa yang menjadi arah kebijakan Kemendikdasmen di masa depan tentang penguatan karakter bangsa," kata Mu'ti
Mu'ti mengungkapkan pemerintah akan bersama DPR dan MPR memperjuangkan penguatan pembelajaran Pancasila. Salah satu usulan yang muncul adalah menegaskan kembali pendidikan moral Pancasila seperti yang pernah diterapkan dalam sistem pendidikan Indonesia.
Selain melalui pembelajaran di kelas, nilai-nilai Pancasila akan diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler dan hidden curriculum. Kegiatan seperti Pramuka, Paskibraka, dan Korps Kadet dinilai dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus menerapkan nilai Pancasila.
Mu'ti menambahkan penguatan nilai Pancasila juga perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui Gerakan tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Dengan demikian, nilai Pancasila diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelajaran, tetapi dapat diamalkan siswa dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi bangsa dan calon pemimpin Indonesia.