"Ngaos, Mamaos, Maenpo ternyata merupakan tiga pilar kehidupan masyarakat Kabupaten Cianjur, filosofi kehidupan masyarakat Cianjur," ujar Budi.

Ia menjelaskan Ngaos berkaitan dengan kehidupan spiritual dan kegiatan mengaji, Mamaos berkaitan dengan seni dan estetika, sedangkan Maenpo mencerminkan ketangguhan yang diwujudkan melalui seni bela diri pencak silat.

Ketiga nilai tersebut, kata dia, menggambarkan konsep manusia yang paripurna, yakni manusia yang mampu membangun hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, serta lingkungan di sekitarnya.

Budi mengatakan pengenalan nilai-nilai tersebut perlu dilakukan agar budaya Cianjur tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap dipahami dan dipraktikkan oleh generasi muda.