NADIKABAR.COM β€” Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober menjadi momentum untuk menyejahterakan perajin sekaligus menjaga keberlanjutan keterampilan membatik.

Lestari, sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, menyebut kebanggaan terhadap batik perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang memastikan warisan budaya tersebut terus hidup.

β€œMemakai batik merupakan bentuk penghargaan. Penghargaan itu perlu dilanjutkan dengan memastikan para perajinnya dapat hidup layak, keterampilannya diwariskan, dan hasil karyanya memperoleh tempat yang adil di pasar,” kata dia.

Dia mengatakan kondisi industri batik perlu dicermati dari sisi budaya dan ekonomi. Batik memiliki peluang sebagai produk budaya sekaligus ekonomi, tetapi masih menghadapi tekanan pasar dan persoalan regenerasi.

Merujuk data Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI), Lestari menjelaskan bahwa jumlah perajin batik turun sekitar 20 persen sepanjang 2019–2023 dari sekitar 131 ribu menjadi 105 ribu orang.