Menurut Iyeth, jika diringkas, Empat Pilar MPR RI intinya adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Dia menekankan pentingnya pelajaran agama dan pembentukan akhlak yang mulia.

"Orang yang agama dan akhlaknya baik, tidak akan berbuat yang aneh-aneh. Karena agama dan Pancasila itu sejalan, tidak saling bertentangan. Karena itu kita perlu menekankan pentingnya pelajaran agama dan pembentukan akhlak yang baik. Kalau akhlak seorang anak baik, niscaya dia tidak hanya akan menghormati orang tuanya, tetapi juga gurunya," ungkap Iyeth.

Sementara itu, Ahmad Junaidi Auli juga menekankan arti penting guru bagi pembentukan kepribadian bangsa. Karena itu, Badan Sosialisasi MPR RI fokus memberikan sosialisasi kepada para pendidik karena interaksi mereka dengan para siswa sangat dekat.

"Anggaran kita terbatas, makanya kita memilih untuk fokus melaksanakan sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada para pendidik agar sasaran yang dituju jelas. Begitu pun belum seluruh pendidik bisa mengikuti sosialisasi," ujar Ahmad Junaidi Auli.

Pada kesempatan itu, Ahmad Junaidi mengingatkan bahwa pada awalnya kegiatan ini dinamakan Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Namun, kemudian diubah menjadi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.