NADIKABAR.COM — PT MRT Jakarta (Perseroda) berencana mengembangkan Kota Tua dengan konsep yang sama dengan di Blok M, namun tetap mempertahankan identitas heritage kawasan. Pengembangan ini sejalan dengan rencana perpanjangan jalur MRT hingga Kota Tua.

Kepala Divisi Business Planning & Expansion MRT Jakarta R. Samuel Ryan Pradipta Pranowo mengatakan, pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) tidak cukup hanya dengan membangun ruang fisik, tetapi juga perlu dibarengi dengan ruang untuk beraktivitas.

Hal tersebut menjadi bagian dari konsep placemaking dengan menghidupkan kembali kawasan, tidak hanya secara bisnis tetapi juga untuk mendukung kegiatan masyarakat perkotaan. Konsep inilah yang diterapkan di Blok M, dan selanjutnya di Kota Tua.

Placemaking sendiri merupakan proses menciptakan atau menghidupkan sebuah ruang sehingga ruang tersebut menjadi tempat yang punya fungsi, karakter, aktivitas, dan makna bagi orang yang menggunakannya.

"Area kota tua itu akan kami revitalisasi juga. Mudah-mudahan tetap hidup dengan mempertahankan identitas heritage-nya. Jadi heritage Chinatown-nya, Little Amsterdam-nya itu nggak hilang, tapi tetap area-nya akan dibuat hidup dengan kombinasi retail, komunitas, dan lain sebagainya." ujar Samuel, dalam acara Workshop MRT Fellowship 2026 di Wisma Nusantara, Jakarta, Rabu (9/9/2026).