"Rencana jangka menengah 2020 hingga 2025 menjadikan MSIG Life perusahaan yang semakin tangguh, bertumbuh, dan laba berkelanjutan, termasuk sepanjang semester pertama 2026 di tengah tingginya inflasi medis serta volatilitas pasar keuangan," ujarnya.

Lanjut Wianto, laba bersih meningkat +69 persen YoY, sementara rasio klaim kesehatan dan meninggal dunia membaik 8 poin YoY, didukung penguatan underwriting, tata kelola klaim, dan manajemen risiko berbasis data. Hasil investasi non-unit link juga tumbuh +8 persen YoY, didorong diversifikasi pada instrumen domestik dan global.

"Pertumbuhan tersebut kami dorong melalui tiga strategi utama: penguatan jalur distribusi, efisiensi dan peningkatan pengalaman nasabah, serta penguatan tata kelola," kata Wianto.

MSIG Life juga didukung permodalan yang sehat. Ekuitas mencapai Rp8,19 triliun, jauh di atas ketentuan minimum tertinggi bagi perusahaan asuransi dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23 Tahun 2023, yaitu Rp1 triliun yang wajib dipenuhi paling lambat 31 Desember 2028. Rasio solvabilitas (RBC) berada di level 1.381,6 persen, di atas batas minimum dari regulator (120 persen).