Elisabeth menambahkan, dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi para peserta untuk terus mengembangkan keterampilan dan potensi usaha secara berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkarya, dan menjadi produktif," katanya.

Sebanyak 100 peserta dalam program ini terdiri dari beragam jenis disabilitas, antara lain daksa, cerebral palsy, polio, rungu wicara, tunagrahita, tuna laras, low vision, hingga autisme.

Selama satu bulan, para peserta akan memperoleh pembinaan dan dukungan peralatan membatik untuk mengembangkan keterampilan serta menghasilkan karya yang memiliki potensi nilai ekonomi.

Produk hasil karya para peserta selanjutnya direncanakan untuk dipamerkan pada 3 Desember 2026 dalam rangka peringatan Hari Disabilitas.