Anwar menduga Trump membawa-bawa lelucon tersebut untuk memobilisasi massa dan mengingatkan rakyatnya akan bahaya serta ancaman dari Islam. Menurut Anwar, kebencian Trump terhadap Islam sudah mendarah daging.

"Jadi bagi Donald Trump, kebenciannya terhadap Islam, Nabi Muhammad, dan umatnya sudah merupakan sesuatu yang mendarah daging dalam dirinya sehingga sudah sangat sulit untuk dihilangkan," imbuh Anwar.

"Mungkin bagi Donald Trump, hanya kematian sebagai satu-satunya hal yang akan bisa menghentikan sikap dan tindakan tidak terpujinya tersebut," lanjutnya.