Dalam unggahan yang beredar di media sosial, buku kontroversial tersebut dinarasikan ditulis oleh seseorang yang disebut pro-LGBT. Unggahan tersebut juga memperlihatkan beberapa penggalan tulisan dalam buku yang dianggap menistakan agama tertentu.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pihaknya baru mendapat informasi mengenai hal tersebut. Dia menegaskan kemunculan buku itu akan didalami oleh pihak kepolisian.
"Ini pasti akan didalami, baik itu dari Direktorat Siber apabila berada di dunia digital, maupun dari pihak Ditreskrimum," ujar Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (24/9).