NADIKABAR.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan film biografi "Hamka: Awal Mula (Vol. 3)" dapat menjadi sarana pendidikan moral bagi generasi muda melalui pengenalan nilai ketauhidan, adab, integritas, dan perjuangan dalam perjalanan hidup ulama sekaligus sastrawan Buya Hamka.

Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan mengapresiasi film produksi Starvision dan Falcon Pictures tersebut karena mengangkat nilai-nilai yang dinilainya relevan dengan tantangan moral di tengah masyarakat.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi, penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para produser, para aktor karena telah memberikan pesan yang amat penting. Menanamkan satu sikap yang luar biasa, menanamkan karakter, menanamkan adab, menanamkan tauhid tentunya. Itu penting di saat kondisi bangsa kita mengalami sebuah krisis keyakinan, krisis akhlak moral adab, film ini tampil untuk mengisi kekosongan,” kata Amirsyah saat film tersebut diputar secara khusus bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, Rabu.

Menurut Sekjen MUI itu, film karya sutradara Fajar Bustomi yang mengangkat perjalanan tokoh bangsa dapat menjadi salah satu medium untuk mengenalkan nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat, terutama generasi muda, melalui cerita yang lebih dekat dengan pengalaman emosional penonton.

Selain nilai moral, Amirsyah juga menyukai gambaran perjalanan ibadah haji pada zaman dulu dalam film tersebut yang dinilai dapat membuat masyarakat tahu perjuangan umat Islam saat menunaikannya.