“Saya mengajak para calon jemaah haji, tontonlah film ini, ya, supaya tahu bahwa menunaikan ibadah haji itu ternyata tidak semudah yang kita bayangkan sekarang. Dahulu kala berjalan di tengah padang pasir yang tandus, yang luar biasa, ya, dengan penuh keyakinan, dengan penuh optimis, akhirnya bisa menunaikan ibadah haji dalam perjalanan panjang yaitu melalui kapal laut, berbulan-bulan ya,” ujar Amirsyah.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Seni Budaya dan Peradaban Islam Erick Yusuf juga mengajak masyarakat menyaksikan film tersebut karena dinilai memuat pesan pembelajaran di balik penyajian kisah sejarah.

“Saya mengajak ya semua masyarakat untuk mengapresiasi, untuk ikut menonton film Buya Hamka volume yang ketiga ini ya, sekuel yang ketiga. Mengapa? Karena pertama di dalam film ini itu jelas banyak sekali pesan-pesan yang sangat bagus ya,” kata Erick.

Apresiasi serupa disampaikan pendakwah Derry Sulaiman yang mengaku terharu menyaksikan penggambaran perjalanan hidup Buya Hamka. Ia secara khusus mengajak masyarakat Minangkabau untuk mengenal lebih jauh sosok tokoh yang berasal dari Sumatera Barat tersebut.

Ia menilai film yang menampilkan Vino G. Bastian sebagai pemeran Buya Hamka itu tidak hanya berfokus pada sosok ulama dan sastrawan besar, tetapi juga pada pendidikan karakter manusia dalam menghadapi persoalan ditanamkan oleh orang tua zaman dulu agar jati diri yang bermoral dapat terbentuk.