Menurut Herryyanto, siklusnya berkembang dari asisten yang memberikan informasi, copilot yang membantu pekerjaan, AI agent yang menggunakan perangkat untuk menyelesaikan tugas, hingga sistem multi-agent yang mengoordinasikan berbagai peran dan alur kerja (workflow).
"Semakin mandiri AI bekerja, semakin penting pula tata kelola, pemantauan dan pengawasan dari tim manusianya," ujarnya.
Bagi Multipolar Technology, orkestrasi AI berarti menghubungkan data, AI agent, aplikasi, infrastruktur, dan otomasi dalam satu pendekatan enterprise, dengan keamanan, tata kelola, kepatuhan, dan ketahanan sistem sebagai bagian dari rancangan sejak awal.
Melalui AI Framework, perusahaan dapat membangun fondasi untuk mengembangkan "use case" secara lebih terarah, dari tahap awal hingga penerapan yang lebih luas, tanpa mengabaikan kontrol dan kebutuhan operasional.