Semangat tersebut sejalan dengan kesadaran bahwa warga Tionghoa merupakan bagian integral dari bangsa Indonesia. Karena itu, semakin kuat persatuan internal keluarga besar Tionghoa, semakin besar pula kemampuan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan negara.

Ketua Umum PSMTI Pusat, Wilianto Tanta menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kekompakan seluruh keluarga besar PSMTI. Menurutnya, PSMTI merupakan rumah besar bagi masyarakat marga Tionghoa Indonesia.

Ayah tiga orang anak ini menyebut perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, perbedaan tersebut harus dapat disatukan melalui musyawarah dan semangat kebersamaan.

"Inilah Indonesia kita bangga karena menjadi bagian bangsa Indonesia. Saya ucapkan terima kasih, tadi sempat alot tapi terjadi kesepakatan yang luar biasa. Inilah organisasi kita melangkah lebih maju ke depan dengan harapan 3 kali lebih baik," tuturnya.

Ia berharap semangat gotong royong dan kerja sama terus dipertahankan untuk memperkuat PSMTI di masa mendatang.

Menurut dia, PSMTI merupakan organisasi independen yang tidak mendapatkan kucuran anggaran pemerintah untuk menjalankan operasional maupun berbagai kegiatan organisasi. Karena itu, kekuatan PSMTI sangat bergantung pada kekompakan dan kontribusi seluruh anggotanya.

"Untuk itu pertahankan kekompakan kerjasama yang baik, menjaga cita-cita pendiri dari paguyuban selama 28 tahun ini. Saya percaya yang hadir di Munas VIII ini dapat membantu saya kembali agar organisasi ini menjadi organisasi terpandang dari seluruh masyarakat di sekeliling kita maupun di seluruh Indonesia," jelasnya.