"Iya itu kawah GAK, jadi itu adalah air yang terkontaminasi dengan gas belerang," kata Suwarno, Jumat (18/9/2026).

Meski begitu, Suwarno menerangkan tidak semua gunung berapi membentuk fenomena serupa. Menurutnya, fenomena yang terdapat di Gunung Anak Krakatau hasil dari kontaminasi dinding kawah.

"Tidak semuanya, kalau belerang semuanya gunung api pasti ada. Disana (GAK) ada genangan air, terkontaminasi oleh belerang jadi seperti itu warnanya, dan juga bisa terkontaminasi dengan lapisan dinding kawah itu," jelasnya.