Meski aktivitas erupsi sudah berhenti, Suwarno bilang kegempaan masih terus terjadi. Pada Jumat (18/9/2026) dinihari, tercatat satu kali gempa frekuensi rendah dengan amplitudo 12 milimeter dan durasi 5 detik. Selain itu, terjadi satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 8 milimeter dan durasi 72 detik.

"Kalau kegempaan masih terjadi, tercatat tadi malam Tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0,5-6 mm (dominan 2 mm)" katanya.