Mahdani menegaskan fenomena yang terjadi bukan berupa lumpur yang meluber melewati bagian atas tanggul. Rembesan terjadi dari bagian bawah tanggul.
"Ini bukan meluber. Rembesan terjadi dari bawah melalui celah tanah hitam atau lumpur akibat penurunan volume dan penyusutan tanah," jelas Mahdani.
Menurut Mahdani, air kemudian masuk melalui celah tanah sehingga dari permukaan terlihat seperti terjadi rembesan. Kondisi tersebut telah ditangani dengan menambah dan meninggikan tanggul.
Saat ini ketinggian endapan lumpur di kawasan tersebut mencapai sekitar 9,2 meter dari dasar. PPLS menargetkan elevasi tanggul ditingkatkan hingga sekitar 10 meter.
"Tanggul terus kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan," katanya.
Mahdani menyebut penurunan tanah di kawasan tersebut merupakan kondisi yang terjadi secara alami. Besaran penurunannya tidak selalu sama, tetapi berkisar 20-50 sentimeter per tahun.