"Kami harap pengunjung MotoGP mengetahui tentang kebudayaan NTB," papar dia.
Lebih lanjut, Nuralam berharap pengenalan tersebut dapat memperluas wawasan wisatawan mengenai Nusa Tenggara Barat, terkhusus Lombok, sekaligus menunjukkan bahwa wisata olahraga dan wisata budaya dapat berjalan beriringan.
Pameran Museum NTB tahun ini memiliki pendekatan berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Pada tahun lalu, Museum NTB lebih banyak menampilkan kekayaan wastra yang dipadukan dengan Gunung Samalas Rinjani dan Gunung Tambora.
Pada 2026, Museum NTB menampilkan ragam koleksi etnografi yang berhubungan dengan balapan MotoGP.
Nuralam menegaskan pihaknya ingin mempertemukan kekayaan budaya masa lalu dengan peristiwa olahraga modern melalui koleksi-koleksi yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.