Para mitra sepakat bahwa upaya menuju keberlanjutan harus berlanjut. Berbekal capaian yang telah diraih, manfaat program dapat diperluas dengan terus melibatkan pemangku kepentingan setempat, mengembangkan materi pelatihan, serta menjajaki program lanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami untuk bekerja sama di seluruh rantai pasok guna mendukung petani dan mendorong praktik pengadaan yang bertanggung jawab. Dengan berinvestasi pada mata pencaharian petani swadaya, kami ikut membangun rantai pasok yang lebih tangguh dan berkelanjutan," kata Sengbee Ng, Sustainable Multi-Oils Manager, AAK.
"Kolaborasi berperan penting mendorong kemajuan berkelanjutan di tengah kompleksitas rantai pasok. Program Petani Swadaya kami membuktikan bahwa pendekatan kolaboratif mampu menjawab kebutuhan di lapangan dengan menyatukan berbagai pihak di sepanjang rantai pasok untuk menciptakan manfaat yang lebih besar. Kami bangga dapat menjalin kemitraan ini karena manfaatnya dirasakan langsung oleh petani swadaya dan pemerintah daerah," kata Olivier Tichit, Director, Communications and Sustainability, Musim Mas.
Musim Mas Group adalah perusahaan kelapa sawit terintegrasi yang beroperasi di 14 negara dan salah satu produsen minyak sawit terbesar di dunia. Kegiatan bisnisnya mencakup seluruh rantai pasok, mulai dari perkebunan, pabrik kelapa sawit, kilang, pabrik penghancur inti sawit, pabrik oleokimia dan lemak khusus hingga produk fungsional. Musim Mas memproduksi berbagai produk berbasis kelapa sawit dan turunannya yang bernilai tambah. Selain itu, Musim Mas mengembangkan solusi inovatif bernilai tambah bagi pelanggan dengan dukungan pusat Penelitian dan Pengembangan (Research and Development/R&D) di Singapura dan Indonesia. Inter-Continental Oils and Fats (ICOF), bagian dari Musim Mas Group, menjalankan kegiatan pemasaran internasional.
Pada 2004, Musim Mas menjadi perusahaan pertama dengan skala usaha yang besar di Indonesia yang bergabung dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Pada Oktober 2024, Science Based Targets initiative (SBTi) secara resmi memvalidasi target penurunan emisi gas rumah kaca Musim Mas. Musim Mas juga menjalankan program petani swadaya terbesar di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong praktik perkebunan sawit yang lebih berkelanjutan.