NADIKABAR.COM — Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, meyakini Marc Marquez akan tampil menyerang dalam empat seri tersisa MotoGP 2026. Meski kini memimpin klasemen, Marquez belum bisa merasa aman karena Jorge Martin dan Marco Bezzecchi masih berpotensi menjadi ancaman.
Marquez mengambil alih posisi teratas klasemen setelah memenangi Sprint MotoGP Australia di Phillip Island. Ia kini unggul 10 poin atas Martin, yang terjatuh saat berduel dengannya dalam Sprint tersebut.
Martin mengalami patah pergelangan tangan kanan akibat kecelakaan itu dan dinyatakan tidak bisa mengikuti balapan utama pada Minggu (25/10). Namun, Marquez gagal memperlebar jarak poin karena balapan utama MotoGP Australia dibatalkan akibat jarak pandang buruk yang membuat helikopter medis tidak dapat beroperasi dengan aman.
Tardozzi mengakui pembatalan tersebut membuat Ducati kehilangan kesempatan untuk menambah keunggulan. Meski demikian, ia mendukung keputusan penyelenggara yang mengutamakan keselamatan pebalap.
"Bagi Ducati, jelas kami kehilangan kesempatan. Namun, hal pertama yang selalu kami pikirkan adalah keselamatan pebalap," kata Tardozzi, dikutip dari Crash.net.
"Dan itu berada di atas segalanya: olahraga, bisnis, dan apa pun. Secara pribadi, saya pernah kehilangan karier seorang pebalap di sini pada 1998 bersama [Carl] Fogarty, jadi saya tidak ingin melihat hal seperti itu terjadi lagi. Jika keputusannya adalah demi keselamatan, balapan harus dibatalkan. Sekali lagi, saya pikir kami kehilangan kesempatan, tetapi keselamatan harus diutamakan daripada olahraga."