Mutiara kemudian mampu mengejar ketertinggalan dan memanfaatkan momentum untuk membalikkan keadaan hingga menang 21-18.

"Di gim kedua masih ketat, tetapi waktu lawan sudah unggul dan saya bisa mengejar, saya merasa itu momentum untuk membalikkan keadaan," ujarnya.

Kepercayaan diri Mutiara semakin meningkat pada gim penentuan. Dia menilai lawannya mulai kehilangan keyakinan terhadap pola permainan yang diterapkan. Kondisi tersebut dimanfaatkannya untuk terus menekan hingga menang telak 21-8.

Mutiara mengatakan strategi pertandingan telah dibahas bersama pelatih sebelum turun ke lapangan. Hasil analisis permainan lawan menjadi bekal untuk menentukan pola permainan yang tepat.

Ia berupaya tidak mengikuti pola permainan Suizu yang mengandalkan penempatan bola jauh. Sebaliknya, Mutiara mencoba memainkan bola-bola dekat karena menilai lawannya kurang nyaman menghadapi pola tersebut.