"Apresiasi dari Kementerian PU ini tentunya menjadi dorongan bagi Pemprov Sulsel untuk terus mengembangkan pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan," papar Andi Ihsan.
Dalam pertemuan itu, juga dibahas efek domino program MYP terhadap konektivitas ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulsel. Program pembangunan pada 85 ruas jalan ini dinilai memiliki peran strategis dalam membuka akses antardaerah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi.
"Selain membahas MYP, kami juga mengusulkan kelanjutan pembangunan jalan di Seko, Rongkong, Sabbang dan sejumlah jalan lainnya lewat inpres jalan daerah Sulsel," imbuh Andi Ihsan.
Sementara itu, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman membeberkan empat alasan utama Pemprov Sulsel memilih mekanisme pembangunan tahun jamak (multiyears) dibanding penganggaran single year. Alasan pertama adalah untuk menjamin ketuntasan serta kesempurnaan fisik proyek berskala besar, seperti rumah sakit atau jalan.
Menurutnya, durasi satu tahun tidak cukup untuk merampungkan fasilitas penunjang, bahkan pembangunan jalan bertahap berisiko memicu kerusakan baru pada celah sambungan akibat perbedaan umur beton atau aspal serta paparan cuaca.