Ia juga menekankan bahwa masyarakat perlu menyikapi setiap dinamika bangsa dengan kepala dingin dan pertimbangan yang matang.
"Perbedaan pandangan dalam kehidupan berbangsa merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai berkembang menjadi pertentangan yang merusak persaudaraan dan persatuan nasional," katanya.
Menurutnya, jamaah Nahdlatul Wathan harus tetap menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga keteduhan.
Sikap kritis terhadap persoalan bangsa tetap diperlukan, tetapi harus disertai tanggung jawab, kedewasaan, dan komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk terus konsisten menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mendukung program dan kebijakan pemerintah pusat yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan kemajuan Indonesia.